Story about my live after I move to Bandung.

Tuesday, March 14, 2006

Puisi lagi muda

Gue paling seneng ama puisi ini, bukannya karena bagus, ,terus terang gue nggak ngerti yang bagus itu gimana. Cuman waktu ini dibikin, perasaan gue emang lagi sedih-sedihnya, jadi puisi ini bener bener hasil dari godogan perasaan gue yang paling parah. Kalau nggak dikeluarin kayak gini, nggak tau deh...!!! Bisa murung terus




Aku sedang menatap awan di langit
Kulihat di sana ada riak-riak tak terhingga banyaknya
Lalu ku terkejut
“Hai!” seruku, ”Ada anganku di sana”
Kulihat riak-riak itu semakin mendekat
Membentuk gambaran-gambaran anganku
Ada aku, ada dia yang di dasar hatiku
Kami bercanda, kami berdua, saling menjaga
Tapi kemudian dia datang (dia yang di dasar hatiku)
Meniup anganku terbang
Kumenangis berlari mengejar awan
Ketika ku temukan, angan itu telah hilang
Telah menjadi riak-riak tak terhingga banyaknya
Kupejamkan mata, ku ingin anganku kembali
Tetapi begitu lama ku pejamkan mata
Dia tak pernah kembali
Dan dia yang di dasar hatikupun sudah pergi….

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home